Rancang Bangun Prototype Pengusir Hama Burung Tanaman Padi Berbasis Iot
Keywords:
Internet Of Things, ESP32, TelegramAbstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pengusir hama burung berbasis Internet of Things untuk melindungi tanaman padi dari gangguan hama burung. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang terdiri dari empat tahapan: analisis, perancangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, dilakukan identifikasi terhadap masalah yang dihadapi petani terkait hama burung dan kebutuhan untuk solusi otomatis. Pada tahap perancangan, sistem dirancang menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi keberadaan burung dan servo motor untuk menggerakkan mekanisme pengusir. Selain itu, aplikasi Telegram digunakan untuk memungkinkan kontrol dan pemantauan jarak jauh. Pada tahap implementasi, alat diuji dengan menghubungkan sensor ultrasonik, servo motor, dan aplikasi Telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor mampu mendeteksi keberadaan burung dengan akurat dan servo bergerak sesuai perintah dari ESP32. Sistem juga mengirimkan notifikasi kepada pengguna melalui Telegram saat burung terdeteksi. Pada tahap evaluasi, peran aplikasi Telegram terbukti efektif dalam memonitor dan mengontrol sistem dari jarak jauh, meningkatkan efisiensi pengelolaan sawah.
References
[1] R. Fajrin and Y. Yenni, “Rancang Bangun Alat Pengusir Hama Tanaman Menggunakan Arduino Dan Pengontrol Berbasis Arduino,” J. COMASIE, vol. 04, no. 0, 2021.
[2] M. Y. Hardiansyah, “Pengusir Hama Burung Pemakan Padi Otomatis Dalam Menunjang Stabilitas Pangan Nasional,” J. ABDI, vol. 2, no. 1, pp. 86–87, 2020.
[3] I. Sufaat and J. Juliandri, “IOT Rancang Bangun Alat Pengusir Hama Burung pada Padi Sawah Petani Berbasis Internet of Things (IoT),” J. Comput. Syst. Informatics, vol. 5, no. 2, pp. 306–314, Feb. 2024, doi: 10.47065/josyc.v5i2.4921.
[4] Zulfikri, R. Bulan, and Mustaqimah, “Alat Pengusir Hama Burung Pipit Menggunakan Sensor Gerak Berbasis Arduino UNO (Sparrow Pest Repellent by Using Arduino UNO-Based Motion Sensor),” J. Ilm. Mhs. Pertan., vol. 7, no. 3, 2022, [Online]. Available: www.jim.unsyiah.ac.id/JFP.
[5] M. H. Yuhdi, A. I. Yuliana, and Sujono, “Rancang Bangun Alat Pengusir Hama Burung Pipit Pada Tanaman Padi Sawah Berbasis WeMos ESP8266,” 2023.
[6] A. Rofii, S. Gunawan, and A. Mustaqim, “Rancang Bangun Sistem Pengaman Pintu Gudang Berbasis Internet Of Things (Iot) Dan Sensor Fingerprint,” J. Kaji. Tek. Elektro, vol. 6, no. 2, pp. 70–76, 2022, doi: 10.52447/jkte.v6i2.5735.
[7] F. Susanto, N. K. Prasiani, and P. Darmawan, “Implementasi Internet of Things Dalam Kehidupan Sehari-Hari,” J. Imagine, vol. 2, no. 1, pp. 35–40, 2022, doi: 10.35886/imagine.v2i1.329.
[8] N. L. Kakihary, “Pieces Framework for Analysis of User Saticfaction Internet of Things-Based Devices,” J. Inf. Syst. Informatics, vol. 3, no. 2, pp. 243–252, 2021, doi: 10.33557/journalisi.v3i2.119.
[9] R. A. Priatim, M. Asri, and S. Abdussamad, “Rancang Bangun Prototipe Peringatan Dini Banjir Menggunakan Raspberry Pi Berbasis IoT,” Jambura J. Electr. Electron. Eng., vol. 5, no. 2, pp. 216–221, 2023, doi: 10.37905/jjeee.v5i2.19696.
[10] S. M. Manurung, A. Wanto, and I. Gunawan, “Rancang Bangun Alat Pengusir Hama Burung Berbasis Arduino Uno,” JITEKH, Vol. 10, No. 2, Tahun 2022, 84-90, vol. 10, pp. 84–90, 2022.
[11] E. B. Tamia and A. Zafia, “Rancang Bangun Prototype Pengusir Hama Kera Pada Perkebunan Berbasis Internet Of Things,” LEDGER J. Inform. Inf. Technol., vol. 1, no. 1, pp. 25–38, 2022, doi: 10.20895/ledger.v1i1.775.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Seluruh artikel yang diterbitkan dalam eProsiding Teknik Informatika (PROTEKTIF) dilisensikan di bawah ketentuan Prodi. Dengan lisensi ini, penulis tetap memegang hak cipta atas karyanya, sementara pihak lain diizinkan untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel yang diterbitkan, baik untuk keperluan komersial maupun non-komersial, selama memberikan pengakuan yang layak kepada penulis asli dan eProsiding Teknik Informatika (PROTEKTIF) sebagai sumber publikasi.
Setiap karya turunan wajib disebarluaskan menggunakan lisensi yang sama. Lisensi ini mendukung prinsip akses terbuka (open access) untuk mendorong diseminasi ilmu pengetahuan secara bebas dan bertanggung jawab.

